Analisis News Value
Analisis Berita Berdasarkan News Value
50 Warga DIY Terjangkit Leptospirosis, 13 Meninggal Dunia
Sabtu, 24 Maret 2018 20:30
YOGYA, KRJOGJA.com - Adanya kasus leptospirosis yang ditemukan di DIY, membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan DIY, sudah ada 50 warga dinyatakan terjangkit suspect leptospirosis. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 orang (suspect) diantaranya meninggal dunia.
”Dari 13 orang yang dinyatakan suspect dan meninggal dunia. Enam orang berasal dari Bantul dan satu di antaranya sudah dipastikan positif Leptospirosis. Adapun sisanya 2 orang berasal dari Kota Yogyakarta, Kulonprogo sebanyak 2 orang, Gunungkidul ada 2 orang, dan Sleman 1 orang,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Setyarini Hestu Lestari di Kompleks Kepatihan.
Setyarini mengatakan, satu orang dinyatakan positif mengidap leptospirosis dan meninggal dunia berasal dari Bantul dengan profesi sebagai petani. ”Dari 50 orang yang dinyatakan suspect Leptospirosis tersebut, paling banyak terdapat di Bantul yakni sebanyak 27 orang. Kemudian disusul dari Kabupaten Gunungkidul terdapat 8 orang suspect dan di Sleman ada 6 suspect dengan 1 orang meninggal dan masih dilakukan audit,” terang Setyarini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, salah satu cara yang efektif untuk mencegah adanya kasus leptospirosis adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. ”Tentunya semua itu akan bisa diwujudkan dengan baik apabila ada sinergitas dari semua pihak.” tandasnya.
Pasalnya untuk mengatasi leptospirosis tidak akan bisa maksimal apabila diserahkan sepenuhnya kepada rumah sakit atau Dinas Kesehatan. ”Kondisi lingkungan yang kurang bersih menjadi salah satu penyebab dari adanya kasus leptospirosis. Untuk itu, salah satu cara efektif untuk pencegahan adalah membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Terlebih, saat musim penghujan seperti sekarang ini, muncul banyak genangan di lingkungan, yang sangat rawan terkontaminasi kotoran tikus,” tambahnya. (Ria)
Berikut analisis saya mengenai berita di atas :
· Significane : Berita di atas penting diberitakan agar masyarakat mengetahui ada penyakit berbahaya yang merengut banyak nyawa di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga masyarakat waspada
· Timelines :Berita tersebut sangatlah aktual, karena terbit pada tanggal 24 Maret 2018
· Proximity :Berita ini menjadi berita penting dan dapat menarik perhatian masyarakat jogja baik itu secara geografis dan lingkungan masyarakat
· Magnitude : Berita ini sangat berpengaruh bagi masyarakat yogyakarta karena berada dalam kawasan Yogyakarta yang khawatir pada penyakit ini
· Prominence : Dalam berita tidak ada Prominence
· Human Interest :berita tersebut sangat menarik bagi masyarakat jogja dan menggungah masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Karena penyakit ini termasuk penyakit yang memakan jiwa.
Unsur-unsur berita di atas adalah :
· What : Informasi masyarakat yogyakarta tentang penyakit yang membahayakan telah mengenai 50 masyarakat yogya
· Who : Masyarakat Yogya
· When : 24 Maret 2018
· Where : Yogyakarta
· Why : Karena Penyakit ini telah memakan korban dan pertanda masyarkat yogya harus waspada
· How : Dinas Kesehatan DIY menyatakan 50 warga Yogya terjangkit suspect leptospirosis dan 13 diantaranya meninggal dunia. Korban meninggal dunia berasal dari berbagai kabupaten.
· So what effect :Peringatan bahwa masyaarakat untuk segera melakukan terdini untuk penanggulangan kos nyaa. Masyarakat yogyakarta selalu berhati-hati dan menjaga kesempatan
REFRENSI
http://www.krjogja.com/web/news/read/61380/50_Warga_DIY_Terjangkit_Leptospirosis_13_Meninggal_Dunia
Komentar
Posting Komentar